Sebagai rilisan pertama, Retorika Membusuk menjadi pintu masuk untuk mengenal karakter musikal SUFFER HATE. Tujuh lagu di dalamnya dikemas secara padat dengan permainan riff yang kasar dan menghantam, hentakan blast beat yang agresif, serta vokal yang buas dan penuh intensitas. Tidak banyak ruang untuk jeda; album ini bergerak cepat dan terus mendorong energi dari satu lagu ke lagu berikutnya, menciptakan pengalaman mendengar yang sesak, liar, dan destruktif.
Lebih dari sekadar debut, Retorika Membusuk menjadi sebuah pernyataan awal dari SUFFER HATE tentang bagaimana mereka ingin memperkenalkan diri. Album ini memperlihatkan potensi daya ledak yang kuat, sekaligus menjadi fondasi bagi perjalanan musikal mereka selanjutnya. Dengan menggabungkan kecepatan, agresivitas, dan lirik yang berangkat dari keresahan sosial, SUFFER HATE membuka langkah pertama mereka melalui sebuah rilisan yang terdengar mentah, keras, dan penuh tekanan.
Di balik SUFFER HATE terdapat para personel yang juga telah memiliki keterlibatan dalam berbagai band dan proyek di skena musik keras. Mereka tercatat terlibat dalam No Recovery, FLAZEPUNKT, Dead Valley, Regressioncrust, Cepat Saji, S.O.R, Kasbih47, dan Total Destroy. Jejak keterlibatan tersebut menjadi bagian dari latar belakang musikal para personel SUFFER HATE, yang kemudian membawa pengalaman dan energi dari berbagai proyek tersebut ke dalam karakter band ini.
Melalui Retorika Membusuk, SUFFER HATE memperkenalkan diri dengan tujuh lagu yang cepat, padat, kasar, dan penuh amarah. Sebuah debut yang tidak datang untuk menawarkan kenyamanan, melainkan untuk menghantam, mengusik, dan menyuarakan keresahan melalui kebisingan yang mereka ciptakan.
Tracklist:
1. Surat Untuk Bapak
2. Bungkam
3. Manusia Sajen
4. Revublik
5. Suara Propaganda
6. Kata-Kata Indah
7. Manusia Tantrum
.jpeg)

Posting Komentar